Kamis, 19 November 2009

Perbankan Syariah : Langkah Menuju Masyarakat Madani


Perbankan syariah seperti kita ketahui sudah sangat berkembang diberbagai negara, bahkan negara yang notabene mayoritas penduduknya non muslim yaitu Inggris, perbankan syariah sangat diperhitungkan di Inggris, dengan diterimanya sistem ekonomi islam dalam wujud dukungan dari pemerintahan Inggris sendiri karena melihat sektor perbankan syariah adalah sektor yang sangat potensial. Maka dari itu Inggris berencana akan menjadi Center of Islamic Banking in Europe. Bagaimana dengan Indonesia??? Just Read this article until the end,OK.

Ekonomi Islam yang salah satu unsurnya adalah perbankan syariah sangat mengedepankan keadilan dalam berbagai kegiatan ekonominya dengan tidak adanya unsur ribawi yang sama sekali tidak ada unsur keadilan didalamnya.

Mengenai hal riba (bunga), kita bisa ambil contoh ketika seseorang ingin mendapatkan dana untuk suatu keperluan, ketika mereka melalui Bank Konvensional, maka dalam pemberian kredit itu akan ditetapkan bunga pada awal peminjaman, yang membuatnya tidak adil adalah bank tidak mempedulikan apakah sang debitur mendapatkan keuntungan atau sebaliknya mengalami kerugian dalam penggunaan kredit tersebut untuk usaha, atau kredit yang diberikan hanya untuk sekedar hal yang konsumtif dan tidak produktif. Bank Konvensional biasanya tidak memperdulikan hal-hal tersebut, yang terpenting adalah cicilan kredit plus bunga tiap bulan harus dibayarkan oleh debitur.
Lalu bagaimana dengan Bank Syariah, satu hal yang jelas dari Bank Syariah adalah bebas dari riba karena riba hukumnya haram sebagaimana firman Allah SWT pada Surat Al Baqarah ayat 275 yang artinya:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS Al Baqarah : 275 )“

Selain bebas dari riba, Bank Syariah berbasis pada kegiatan ekonomi yang nyata atau sektor riil, pada Bank Konvensional, anda diperbolehkan mengambil kredit untuk apa saja, tanpa tahu harus digunakan untuk apa kreditnya. Sebaliknya yang dilakukan Bank Syariah adalah dalam bentuk pembiayaan untuk keperluan konsumen, yaitu dengan cara membelikan barang yang dibutuhkan konsumen dengan akad murabahah, atau menyuntikan modal untuk memulai atau mengembangkan usahanya dengan akad mudharabah atau musyarakah, sehingga betul-betul untuk kebutuhan riil dari nasabah atau pengaju pembiayaan.

Dari sinilah pebankan syariah bisa menjadi salah satu tonggak dalam bidang perekonomian untuk mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan dan berkesejahteraan. Sebelumnya pengertian dari masyarakat madani adalah masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang berbasiskan pada: nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang keimanan; menghormati pluralitas (tetapi tidak dengan pluralisme), bersikap terbuka dan demokratis; dan bergotong royong menjaga kedaulatan negara.
Pengertian dari masyarakat madani itu perlu dipadukan dengan konteks masyarakat Indonesia di masa kini yang terikat dalam ukhuwah Islamiyyah (ikatan keislaman), ukhuwah wathaniyyah (ikatan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyyah (ikatan kemanusiaan) dalam bingkai NKRI”.

Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Maka dari itu cita-cita tersebut harus diperjuangkan bersama-sama seluruh segenap elemen bangsa. Salah satunya adalah Ekonomi Islam yang sudah terbukti kekuatannya pada saat krisis ekonomi global yang melanda dunia dan meluluhlantahkan Ekonomi Konvensional, jika saya lihat siklus kebobrokan Ekonomi Konvensional adalah sekitar 10-11 tahun sekali, penyebabnya mari kita sama-sama cari tahu dan membandingkan dengan Ekonomi Islam yang kuat bertahan sebagai riil solution bagi permasalahan ekonomi. Mungkin saya paparkan salah satunya yaitu perbankan syariah berbasis pada sektor riil, karena pada krisis ekonomi kemarin yang sangat terpengaruh adalah sektor pasar modal, seperti bangkrutnya perusahaan Lehman Brothers pialang sekuritas terbesar USA, tetapi bisa kita lihat sektor riil misalnya dipasar-pasar tradisional, atau pun pasar tanah abang tidak terlalu besar dampaknya.

Perbankan Syariah bisa menjembatani bangsa ini menuju masyarakat madani karena sama-sama mempunyai nilai yang disebutkan dalam pengertian masyarakat madani, diantaranya menjunjung nilai-nilai dan moral yang ditopang keimanan, dalam segala hal perbankan syariah dalam operasional harus berpijak pada Al Qur’an dan As Sunnah, jadi insya Allah hal-hal yang mendegradasi moralitas bangsa dalam segi ekonomi akan otomatis terjauhi. Apa saja yang membuat degradasi moralitas bangsa setidaknya ada tiga ,yaitu Rakus, Riswah, Riba .

Rakus kita bisa lihat dari tamaknya seseorang dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi yang akhirnya menghasilkan praktek korupsi dan kawan-kawannya, yang menurut ICW (Indonesia corruption watch) pada tahun 2006 saja sudah 14 triliun uang negara dikorupsi.

Riswah (Suap) karena ketamakannya maka mereka melakukan suap untuk memuluskan kegiatan illegal dalam perekonomian seperti ekonomi “pelacuran”, ekonomi “korupsi dan judi”, ekonomi “obat terlarang dan black market” yang semuanya merusak akhlaq dan merugikan perekonomian.

Terakhir adalah Riba seperti yang sudah dipaparkan diatas riba hukumnya haram dan ini adalah salah satu dari tiga pilar “Satanic Finance” yang membuat hutang bangsa tidak kunjung habisnya, mungkin bisa dibahas dilain waktu tentang tiga pilar itu.
Dari ketiga unsur itu, perbankan syariah sangat bertolak belakang dan terlepas dari ketiga unsur itu, karena sekali lagi perbankan syariah menjunjung tinggi akhlaq dalam hal bermuamalah. Sehingga dapat dikatakan dalam cita-cita menuju masyarakat madani, perbankan syariah mempunyai peranan penting apalagi semua sektor kehidupan tidak terlepas dan selalu terkait dengan ekonomi. Perbankan syariah telah terbukti dan teuji pada saat krisis ekonomi dapat bertahan dari gelombang krisis, perbankan syariah akan menjadi salah satu solusi dalam hal ekonomi menuju masyarakat madani. Insya Allah, amin. GET HAPPY WITH ISLAMIC BANKING.

sumber : http://ib-bloggercompetition.kompasiana.com/2009/08/24/perbankan-syariah-langkah-menuju-masyarakat-madani-2/

Rabu, 18 November 2009

Setelah Sekian Lama Mencari Agama yang Benar, Seorang Pemuda Australia Putuskan Memeluk Islam

Seorang Pemuda Australia mengumumkan keislamannya setelah sekian lama mencari agama yang benar. Pemuda tersebut menuturkan kisahnya, “Kisahku ini berawal ketika aku mencari agama yang benar pada tahun pertama di bangku kuliah. Saat itu ayah dan ibuku bercerai, anjingku mati, dan tragisnya hal itu terjadi dalam pekan yang sama. Dan pada tahun yang sama pula, aku kehilangan temanku. Dari sinilah, aku mulai bertanya, “Kenapa aku ada?” “Apa sebenarnya tujuan hidup ini?” Kemudian aku mulai mencari agama yang benar.

Karena aku orang australia, tentu teman-temanku beragama nasrani. Suatu ketika aku pergi bersama mereka ke perkemahan. Di sana orang-orang sedang mengerjakan shalat sambil bersenandung yang aku tidak memahaminya. Dan yang dapat kutangkap hanyalah ungkapan, “Allah mencintaiku”, hal itu saat aku menanyakan kenapa anjingku mati?

“Banyak pertanyaan yang membuatku bingung. Ketika aku tanyakan kepada pendeta atau dukun, setiap mereka menjawabnya dengan jawaban yang berbeda satu dengan yang lainnya tanpa memberikan satu dalil pun dari kitab suci.
“Aku juga pernah berkenalan dengan seseorang yang menganut agama hindu. Aku menanyakan kepadanya, ‘Apa alasannya meletakkan kepala gajah di atas patung-patung mereka?’. Maka jawabannya pun bukanlah jawaban yang diharapkan”, lanjut pemuda itu.

Pemuda itu menceritakan lebih jauh, bahwa dia juga telah mencari di dalam sekte-sekte di agama Kristen, agama yahudi, dan budha, tapi belum menemukan jawaban yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang membuatnya bimbang dan labil.

Suatu hari, dia ditanya oleh salah seorang temannya tentang agama-agama yang telah dia pelajari. Dia menjawab, bahwa dia telah mencari (agama yang benar) di dalam agama nasrani, budha, dan yahudi. Lalu temannya bertanya kepadanya, “Kenapa kamu tidak berusaha mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan dan meresahkanmu mu di dalam Islam?”, maka dia menjawabnya dengan nada mengejek, “Mereka adalah teroris”. Tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam salah satu masjid. Di sana seorang berjanggut lebat yang dikenal dengan Abu Hamzah dan beberapa orang menghampiri dan menyambutnya serta sangat memuliakannya. Lalu mengajaknya berbincang-bincang dengan lembut dan penuh hormat. Abu hamzah menjawab setiap pertanyaannya dengan ayat al-Qur’an al-karim.

Pada suatu malam pemuda tersebut berusaha mendapatkan sebuah isyarat yang membawanya masuk ke dalam Islam, ketika ada sebuah kilat dan petir, tapi tidak terjadi sesuatu apapun.

Kemudian dia memutuskan secara tiba-tiba untuk membaca sebagian ayat-ayat al-Qur’an al-Karim, lalu dia menemukan ayat-ayat “Tadabbur” (renungan) tentang penciptaan langit-langit, bumi, matahari, bintang-bintang, dan planet-planet, maka dari sinilah dia memutuskan untuk memeluk Islam.(www.alsofwah.or.id)

Selasa, 15 September 2009

Puasa dan Pahala yang Berlipat Ganda

Allah SWT telah mengecualikan puasa dari semua amal kebaikan yg berlipat-ganda pahalanya; semua amal kebaikan akan dilipat-gandakan menjadi sepuluh hingga 700 kali-lipat lain halnya dgn puasa pelipat-gandaan pahalanya tidak hanya sebatas bilangan di atas melainkan Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya dgn kelipatan yg tak terhingga banyaknya krn puasa termasuk perbuatan sabar sedangkan Allah SWT berfirman “? Sesungguhnya hanya orang-orang yg bersabarlah yg dicukupkan pahala tanpa batas.” . Dan krn inilah disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Nabi saw menamakan bulan Ramadhan dgn bulan sabar dan dalam hadis lain Nabi saw bersabda “Puasa adl setengah dari kesabaran.” .

Sabar terdiri dari tiga macam :
1. Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT. 2. Sabar dalam menjauhi segala hal yg diharamkan Allah SWT. 3. Sabar terhadap taqdir atau ketentuan Allah SWT yg menyakitkan.
Ketiga macam sabar ini berkumpul menjadi satu dalam ibadah puasa krn dalam berpuasa dituntut utk sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT sabar dalam menjauhi segala hasrat yg diharamkan oleh Allah SWT atas orang yg berpuasa dan sabar terhadap konsekuensi yg diterima oleh orang yg berpuasa baik itu berupa perihnya rasa lapar dan dahaga maupun lemah/letih yg dirasakan oleh jiwa dan raga. Rasa pedih yg timbul dari amal ketaatan ini akan membuahkan pahala bagi orang yg melaksanakannya.

Ada beberapa faktor yg membuat pahala amal kebaikan dilipat-gandakan di antaranya
- Kemuliaan tempat dilakukannya amal perbuatan seperti tanah haram oleh krn itu melakukan shalat di Masjidil Haram Mekah dan masjid Nabawi Madinah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah sebagaimana Nabi saw bersabda “Salat satu rakaat di masjidku ini lbh baik daripada salat seribu rakaat di masjid manapun selain masjidil haram.”

- Kemuliaan waktu pelaksanaan seperti bulan Ramadhan sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah. Nabi saw bersabda “Barang siapa melakukan satu ibadah sunah pada bulan Ramadhan maka ia seperti orang yg melaksanakan ibadah wajib pada selain bulan Ramadhan. Dan barang siapa melaksanakan ibadah wajib pada bulan Ramadhan maka ia seperti orang yg melaksanakan 70 ibadah wajib pada selain bulan Ramadhan.” . Jika puasa itu sendiri dilipatgandakan pahalanya dibandingkan dgn amal kebaikan lainnya maka puasa di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan lagi dibandingkan puasa pada waktu lain. Hal ini krn ia dilakukan pada waktu yg mulia dan ia merupakan puasa yg diwajibkan Allah SWT atas hamba-hambaNya serta menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam.

Tingkatan Orang yg Berpuasa.

Ada dua tingkatan orang yg berpuasa Pertama orang yg meninggalkan makanan minuman dan syahwatnya krn Allah SWT ia mengharapkan balasannya dari-Nya di surga. Orang ini telah melakukan perdagangan dan transaksi dgn Allah dan Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yg beramal saleh. Orang ini tidak akan rugi bertransaksi dgn Allah bahkan ia akan mendapatkan keuntungan yg lbh besar. Rasulullah saw pernah berkata kepada seorang sahabat “Sesungguhnya kamu tidak akan meninggalkan sesuatu krn takut kepada Allah kecuali Allah akan memberimu yg lbh baik dari yg kami tinggalkan itu.” . Maka orang yg berpuasa ini kelak akan diberikan makanan minuman dan wanita-wanita di surga atas kehendak Allah SWT.

Seorang ulama salaf berkata “Telah sampai kepada kami kabar bahwa orang-orang yg berpuasa akan mendapatkan hidangan yg akan mereka makan sedangkan umat manusia ketika itu sedang dihisab lalu mereka berkata : Ya Rabb, kami saat ini sedang dihisab lalu mengapa mereka enak-enakan makan? maka dijawab “Sama saja mereka dulu puasa sedang kamu tidak berpuasa dulu mereka beribadah pada malam hari sedang kamu enak-enakan tidur.” Kedua, orang yg berpuasa di dunia dan hanya menfokuskan seluruh aktifitas lahir dan bathinnya hanya utk Allah SWT semata ia dapat menjaga fikirannya ia menjaga perutnya dan ia selalu ingat mati dan ancaman Allah SWT. Ia menginginkan akhirat karenanya ia meninggalkan perhiasan dunia maka hari raya nya orang yg berpuasa ini adl hari ketika ia berjumpa dgn Rabbnya dan ia akan berbahagia krn dapat melihat-Nya.

Barang siapa berpuasa dgn meninggalkan segala syahwatnya di dunia maka ia akan mendapatkannya esok di surga dan barang siapa berpuasa dgn meninggalkan segala sesuatu dan memfokuskan seluruh aktifitas lahir dan bathinnya hanya kepada Allah SWT maka hari rayanya adl hari dimana ia berjumpa dgn Rabbnya.
“Wahai kekasih semua hati siapakah yg akan bersamaku selain Engkau kasihanilah hamba yg berdosa ini yg datang menemui Engkau hari ini wahai Rabbku tidaklah hamba ini memiliki bekal di surga-Mu namun hamba sangat menginginkannya agar hamba dapat melihatMu.”

Wanginya Orang yg Berpuasa.
Bau mulut orang yg berpuasa adl aroma yg keluar dari hawa tak sedap yg timbul krn kekosongan perut besar dari makanan ketika berpuasa ia adl aroma yg tidak disukai oleh penciuman manusia di dunia ini namun bagi Allah ia adl aroma yg harum krn ia timbul dari ketaatan dan pencarian ridha-Nya. Sebagaimana darah orang yg mati syahid akan datang pada hari kiamat berupa darah yg mengalir berwarna darah namun harumnya seperti harumnya minyak kesturi. Mengenai harumnya aroma mulut orang yg berpuasa bagi Allah SWT terdapat dua pengertian, Ketika puasa menjadi rahasia antara seorang hamba dgn Tuhannya di dunia maka Allah akan menampakkannya di akhirat di hadapan makhluk-makhluk-Nya agar dgn ini semua orang-orang yg berpuasa menjadi terkenal di kalangan semua orang sebagai balasan dari usaha mereka utk merahasiakan puasa mereka di dunia.

Orang yg beribadah dan taat kepada Allah serta berusaha mencari ridha-Nya di dunia dgn suatu amal yg meninggalkan beberapa pengaruh yg tidak disukai oleh jiwa-jiwa manusia di dunia maka pengaruh-pengaruh yg tidak disukai ini akan disuaki Allah bahkan sangat harum bagi-Nya krn ia timbul dari ketaatan dan pencarian ridha-Nya. Dengan dikabarkannya hal tersebut di atas bagi orang-orang yg beramal di dunia akan membuat hati mereka tenang dan tentram agar segala yg dijumpainya di dunia tidak mereka benci. Bau mulut orang-orang yg berpuasa lbh harum dari aroma minyak kesturi lapar yg mereka rasakan krn Allah adl rasa kenyang dahaga yg mereka rasakan demi mencari ridha-Nya adl kesegaran dan letih yg dirasakan oleh orang-orang yg bersungguh-sungguh dalam berkhidmat kepada-Nya adl kesenangan.

Sumber Diadaptasi dari Lathaif al-Ma’arif fi Ma li Mawasim al-’Am min al-Wadhaif al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2009

Tumbuhan Pun Bertasbih Memuji Allah

Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

Para ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah) dengan sebuah alat canggih yang bernama oscilloscope.

Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik!!!
Prof. William Brown (alm.) yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut.

Padahal seperti diakui oleh sang profesor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika dan Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus komentar apa.

Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan di antara mereka ada seorang ilmuwan Muslim yang berasal dari India. Setelah 5 hari mengadakan kajian dan penelitian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan Muslim tersebut mengatakan: “Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1400 tahun yang lalu!”

Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.

Sang ilmuwan Muslim segera menyitir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“... Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’: 44)

Tidaklah suara denyutan halus tersebut melainkan lafadz jalalah (nama Allah Subhanahu wa Ta’ala) sebagaimana tampak dalam layar.

Maka keheningan dan keheranan yang luar biasa menghiasi aula dimana ilmuwan tersebut berbicara.

Subhanallah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian mukjizat agama yang haq ini! Segala sesuatu bertasbih mengagungkan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akhirnya orang yang bertanggung jawab terhadap penelitian ini, yaitu Profesor William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia memberikan hadiah Al-Qur’an dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari setelah itu, Profesor William mengadakan ceramah di Universitas Carnegie Mellon, ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Al-Qur’an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain: “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”.

Seorang profesor ini telah mengumumkan Islamnya dihadapan para hadirin yang sedang terperangah.
Allahu Akbar! Kemuliaan hanyalah bagi Islam, ketika seorang ilmuwan sadar dari kelalaiannya, dan mengetahui bahwa agama yang haq ini adalah Islam! (Faiz)

Sumber: http://howto-bagaimana.blogspot.com

Makkah Sebagai Pusat Bumi

Makkah juga disebut Bakkah tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan. Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas).

Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk bukit . Dan bukit ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi. Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini adalah tempat yang paling tua di dunia.

Adakah hadits yang nabawi yang menunjukkan fakta yang mengejutkan ini? Jawaban adalah ya.
Nabi bersabda, Ka bah itu adalah sesistim tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas . Dan ini didukung oleh fakta tersebut.

Menjadi tempat yang pertama diciptakan itu menambah sisi spiritual tempat tersebut. Juga, yang mengatakan nabi yang tempat di dalam dahulu kala dari waktu menyelam di dalam air dan siapa yang mengatakan kepada dia bahwa Ka bah adalah pemenang pertama yang untuk dibangun atas potongan dari ini tempat seperti yang didukung oleh studi dari basalt mengayun-ayun di Makkah?

Makkah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.

Allah berfirman di dalam al-Qur an al-Karim sebagai berikut :
Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya. (asy-Syura: 7)

Kata Ummul Qura berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ibu memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.
Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (ar-Rahman:33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata qutr yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi). Nabi bersabda, Wahai orang-orang Makkah, wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kalian berada di bawah pertengahan langit.

Thawaf di Sekitar Makkah
Dalam Islam, ketika seseorang thawaf di sekitar Ka bah, maka ia memulai dari Hajar Aswad, dan gerakannya harus berlawanan dengan arah jarum jam. Hal itu adalah penting mengingat segala sesuatu di alam semesta dari atom hingga galaksi itu bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.

Elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nukleus secara berlawanan dengan jarum jam. Di dalam tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus suatu sel berlawanan dengan arah jarum jam. Molekul-molekul protein-protein terbentuk dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. Darah memulai gerakannya dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam.

Di dalam kandungan para ibu, telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Sperma ketika mencapai indung telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Peredaran darah manusia mulai gerakan berlawanan dengan arah jarum jamnya. Perputaran bumi pada porosnya dan di sekeliling matahari secara berlawanan dengan arah jarum jam.

Perputaran matahari pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam. Matahari dengan semua sistimnya mengelilingi suatu titik tertentu di dalam galaksi berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi juga berputar pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam.
sumber : eramuslim.com